Sabtu, 29 April 2017

Proses terbentuknya pelangi

Bagaimana proses terbentuknya pelangi ?

Pelangi adalah fenomena alam yang berupa optik dan meteorologi yang memiliki warna-warni indah yang sejajar yang ada dilangit. Pelangi terbentuk melewati proses pembelokkan cahaya atau yang di sebut dengan pembiasan, proses pembiasan pada pelangi akan tertata secara struktur dan akan menghasilkan warna-warni indah pada pelangi.
Bagaimana proses terbentuknya pelangi ? Berikut ini tahapannya :
Pembelokkan cahaya (pembiasan)
Pelangi akan terjadi apabila cahaya mengalami pembiasan ketika cahaya matahari terkena air hujan. Pelangi hanya dapat dilihat pada saat hujan dan disertai cahaya matahari bahkan posisi pengamat juga menentukan yaitu diantara hujan dan sinar matahari lalu sinar matahari ada dibelakang pengamat sehingga akan terjadi garis lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi dan akan terbentuk lah menjadi pelangi dari hasil proses pembiasan tadi. Berikut ini tahapannya dalam gambar dan penjelasannya:



Penjelasan dari proses terjadinya pelangi dari 2 ilustrasi di atas :
  1.       Pembiasan Sinar Matahari. Pelangi terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari (cahaya) yang dibelokkan berpindah tempat ke arah lain dari perjalanan satu medium ke medium lainnya oleh tetesan air yang ada di atmosfer.
  2.         Sinar matahari melewati tetasan air. Ketika cahaya matahari melewati tetesan air maka cahaya tersebut akan dibengkokkan sehingga akan membuat warna-warna tersebut berpisah dengan warna lainnya.
  3.        Pembelokkan cahaya. Setiap warna-warna pelangi akan dibelokkan pada sudut yang berbeda sehingga akan memberikan warna yang indah pada pelangi.
  4.      Terbentuklah warna pelangi. Warna yang akan pertama di belokkan adalah warna ungu, sedangkan warna terakhir yang akan di belokkan adalah warna merah serta akan menyusul warna pelangi lainnya yaitu jingga, kuning, hijau, biru, dan nila maka kita akan melihat warna pelangi secara utuh yang disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna.

jalan berkelok di pegunungan

Mengapa jalan dibuat berkelok di pegunungan ?





Ketika di pasar, mungkin kamu pernah melihat orang yang sedang menaikkan drum berisi minyak ke atas sebuah truk. Pesawat sederhana apakah yang mereka gunakan? Bidang miring merupakan alat yang sangat efektif untuk memudahkan kerja.

Keuntungan mekanis bidang miring bergantung pada panjang landasan bidang miring dan tingginya. Semakin kecil sudut kemiringan bidang, semakin besar keuntungan mekanisnya atau semakin kecil gaya kuasa yang harus dilakukan. Keuntungan mekanis bidang miring adalah perbandingan panjang (l) dan tinggi bidang miring (h).

Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bidang miring terdapat pada tangga, lereng gunung, dan jalan di daerah pegunungan. Semakin landai tangga, semakin mudah untuk dilalui. Sama halnya dengan lereng gunung, semakin landai lereng gunung maka semakin mudah untuk menaikinya, walaupun semakin jauh jarak tempuhnya. Jalan-jalan di pegunungan dibuat berkelok-kelok dan sangat panjang. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan mekanis yang cukup besar agar kendaraan dapat menaikinya dengan mudah.

Tahukah kamu, mengapa jalan di daerah pegunungan dibuat berkelok-kelok? Mobil tidak cukup bertenaga untuk mendaki lereng yang curam. Oleh karena itu, jalan tanjakan di gunung yang curam dibuat berkelok-kelok. Jalan yang demikian akan mengurangi tenaga yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian yang sama. Kemiringan tanjakan akan lebih landai dengan adanya kelokan sehingga lebih mudah didaki
Bidang miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu berat. Cara paling mudah memindahkan peti ke dalam truk yaitu dengan menggunakan bidang miring. Peti dapat didorong atau ditarik melalui bidang miring. Tenaga yang dikeluarkan lebih kecil daripada mengangkat peti secara langsung.

Bagaimana penerapan hukum newton terhadap prisip kerja lift ?



yuk simak penjelasan berikut !!!

1. lift diam


Dalam kasus ini, tidak ada perbedaan sama sekali dengan ketika orang tersebut berada di luar lift. dengan demikian, orang tersebut menekan lantai lift dengan gaya sebesar berat badannya, yaitu sebesar mg newton.

2. lift bergerak ke atas atau kebawah dengan kecepatan tetap

hukum I newton menyatakan bahwa untuk menjaga agar suatu benda yang sedantg bergerak dengan kecepatan tetap terus bergerak, tidak diperlukan suatu gaya. gaya gravitasi bumi menarik massa orang yang di dalam lift dengan gaya sebesar mg newton. menurut hukum III newton, lantai lift mengerjakan gaya ke atas pada orang, yang besarnya sama dengan mg juga. dengan demikian , total gaya yang bekerja pada oarang yang berada dalam lift sama dengan nol. jadi, pada lift yang bergerak dengan kecepatan tetap, berat badan orang di dalam lift sama dengan berat badannya ketika diam dipermukaan tanah.

3. lift dipercepat ke atas

jika lift bergerak ke atas dengan percepatan a, maka lantai lift juga memberikan percepatan yang sama besarnya pada oarang yang berada dalam lift. berdasarkan hukum III newton, orang yang di dalam lift akan memberikan gaya reaksi, yaitu gaya yang besarnya sama dengan ma tetapi arahnya ke bawah. akan tetapi, tetap saja gaya gravitasi bumi memberikan gaya berat kepada orang sebesar mg, sehingga gaya total yang dikerjakan orang pada lantai lift sebesar

mg + ma = m( g +a)

dengan demikian, berat baru orang atau w' yang berada di dalam lift yang dipercepat ke atas dengan percepatan a adalah

w' = m ( g + a )

4. lift dipercepat ke bawah

karena lantai lift tidak bisa memberikan gaya ke bawah pada orang, maka sebagian dari gaya gravitasi mg digunakan untuk mempercepat orang tersebut ke bawah, yaitu sebesar ma. dengan demikian, berat orang yang berada di dalam lift yang sedang dipercepat ke bawah adalah sisa gaya yang ada, yaitu
w' = mg - ma = m ( g - a )


Gelombang Elektromagnetik pada TV


Gelombang Elektromagnetik pada Tv







Gelombang TV adalah gelombang elektromagnetik yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa gelombang TV mengandung informasi tidak hanya suara, tetapi juga informasi dalam bentuk gambar. Oleh karena itu, gelombang TV terdiri atas :

1. gelombang “blanking”, yang berfungsi menghaspus berkas elektron pada saat “retrace” pada proses “scanning” sebuah gambar.

2. gelombang sinkronisasi vertikal dan horizontal, yang berfungsi mensinkronkan proses scanning dalam arah vertikal dan horizontal.

3. gelombang AM, yang berfungsi membawa informasi gambar.

4. gelombang FM, yang berfungsi membawa informasi suara.

Jadi sinyal suara dikirimkan dalam bentuk modulasi FM, sedangkan gambar dalam bentuk modulasi AM. Oleh karena itu, suara yang dibawa oleh gelombang TV cenderung lebih tahan terhadap gangguan kelistrikan alam, sedangkan gambar lebih mudah terganggu.

Disamping itu, karena gelombang TV mengandung gelombang FM, maka agar siaran TV dapat diterima di tempat-tempat yang jauh biasanya diperlukan pesawat pemancar ulang (relay) disekitar tempat-tempat tersebut. Dan lebih dari itu, untuk memperoleh penerimaan siaran yang sangat baik, biasanya dibantu oleh satelit buatan yang dapat menangkap dan memancarkan ulang siaran TV tersebut. Fluktuasi arus listrik atau tegangan listrik yang sesuai dengan variasi intensitas cahaya biasa disebut sinyal video (video signal).

Frekuensi dari sinyal video ini berkisar antara 30 Hz sampai 4 MHz, bervariasi sesuai dengan isi gambar. Pulsa-pulsa sinkronisasi adalah getaran-getaran energi listrik yang dibangkitkan oleh osilator pada stasiun pemancar televisi. Pulsa-pulsa ini mengontrol frekuensi scanning horizontal dan scanning vertikal pada kamera di statsion pemancar dan pada pesawat penerima.


Pulsa-pulsa Blanking menjadikan berkas elektron tidak beroperasi (tidak bekerja) selama elektron kembali dari unjung garis horizontal ke posisi awal garis horizontal berikutnya, serta selama elektron kembali dari bawah ke atas pada arah. Proses ini terjadi di dalam kamera di statsion pemancar dan di dalam pesawat penerima televisi.

Selasa, 25 April 2017

Cute Rocket

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Blogger news

Blogger templates

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © FISIKA TERAPAN | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com